Badan Pangan Nasional dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Tinjau Perum Bulog Barsel–Bartim
Barito Selatan – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) melakukan kunjungan kerja ke Perum Bulog Kantor Cabang Barito Selatan–Barito Timur (Barsel–Bartim), Kamis (26/2/2026). Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi pengendalian harga pangan tahun 2026 serta pengawasan keamanan dan mutu pangan di wilayah Kalimantan Tengah.
Rombongan diterima Kepala Perum Bulog Cabang Barsel–Bartim, Fariz Jaya. Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas, Dr. Sri Nuryanti, S.T.P., M.P., serta Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Mineral, Dr. Ir. Pamuji Lestari, M.Sc.
Dr. Sri Nuryanti menyampaikan bahwa tim pengawasan pelanggaran harga, keamanan, dan mutu pangan di Kalimantan Tengah diketuai oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalteng. Dalam kunjungan itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memperkuat pengawasan distribusi serta menjaga stabilitas harga pangan.
Ia menilai kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Barito Selatan tergolong cukup baik. Meski demikian, terdapat tiga aspek strategis yang perlu diperkuat pada 2026, yakni peningkatan produksi pangan, percepatan penanganan stunting, serta penguatan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).
Berdasarkan data yang disampaikan, cadangan pangan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan saat ini tercatat sekitar 260 ton beras. Bapanas mendorong agar jumlah tersebut ditingkatkan secara bertahap menuju angka ideal pada 2026 guna mengantisipasi potensi gejolak harga dan gangguan distribusi.
“Melalui koordinasi ini, pemerintah daerah diharapkan lebih fokus dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan ketahanan pangan, termasuk menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau dan aman dikonsumsi masyarakat,” ujar Sri Nuryanti.
Sementara itu, Fariz Jaya menyampaikan apresiasi atas kunjungan jajaran pemerintah pusat. Ia menjelaskan, stok beras Bulog saat ini mencapai sekitar 260 ton dan diperkirakan mencukupi kebutuhan selama tiga hingga empat bulan ke depan. Selain itu, Bulog akan menerima tambahan pasokan sekitar 125 ton beras dari Banyuwangi yang sedang dalam proses pengiriman.
Pada akhir Maret, Bulog juga direncanakan melakukan penyerapan gabah dan beras dari petani lokal untuk memperkuat cadangan serta menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
“Kami siap menyerap beras dan jagung petani agar harga tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan menjelang hari besar keagamaan,” kata Fariz.
Dr. Ir. Pamuji Lestari menambahkan, Kementerian Pertanian berperan pada sektor hulu, khususnya dalam peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Ia menekankan pentingnya keterpaduan sistem hulu dan hilir agar hasil produksi dapat terserap optimal.
Menurutnya, kebijakan penugasan kepada Bulog untuk menyerap Gabah Kering Panen (GKP) dengan harga acuan sekitar Rp6.500 per kilogram memberikan kepastian pasar dan perlindungan harga bagi petani.
“Sinergi antara Kementan, Bapanas, dan Bulog menjadi kunci agar peningkatan produksi sejalan dengan stabilitas harga di tingkat konsumen,” ujarnya.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, pemerintah berharap pengendalian harga, peningkatan produksi, dan penguatan cadangan pangan daerah dapat berjalan secara simultan guna menjaga stabilitas dan keberlanjutan ketahanan pangan di Kabupaten Barito Selatan sepanjang 2026.( Edi Yanto)






