SMAN 1 Buntok Tutup MPLS 2026, Bekali 252 Siswa Baru dengan Pendidikan Karakter dan Disiplin

IMG-20260717-WA0005

BARITO SELATAN||SMA Negeri 1 Buntok, Kabupaten Barito Selatan, resmi menutup rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung selama lima hari. Penutupan kegiatan dilaksanakan di halaman sekolah pada Jumat (17/7/2026).

Kepala SMAN 1 Buntok, Miftakhul Huda, S.Pd., M.M., mengatakan bahwa MPLS merupakan tahapan awal bagi peserta didik baru kelas X untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus beradaptasi dengan budaya belajar di jenjang pendidikan menengah atas.

Sebelum pelaksanaan MPLS, pihak sekolah telah menyelenggarakan kegiatan pra-MPLS selama lima hari. Selanjutnya, kegiatan MPLS berlangsung pada 13–17 Juli 2026 dengan diikuti sebanyak 252 peserta didik baru yang terbagi ke dalam tujuh rombongan belajar. Setiap rombongan belajar terdiri atas 36 siswa sesuai ketentuan yang berlaku.

“MPLS bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah, budaya sekolah, serta berbagai program dan kegiatan yang dapat diikuti peserta didik selama menempuh pendidikan di SMAN 1 Buntok,” ujar Miftakhul Huda.

Ia menjelaskan, sekolah juga berkomitmen mengembangkan potensi, bakat, dan minat peserta didik melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik. Menurutnya, pengenalan sejak awal diharapkan mampu membantu siswa merencanakan masa depan dan mencapai cita-cita yang diinginkan.

Selain memberikan pengenalan terhadap lingkungan sekolah, pihaknya juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat belajar di tengah perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi. Para siswa diharapkan mampu menggunakan media sosial secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Dalam pelaksanaan MPLS, SMAN 1 Buntok turut menggandeng sejumlah instansi sebagai narasumber, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana, Dinas Lingkungan Hidup, Kepolisian, serta lembaga perlindungan anak. Materi yang diberikan meliputi kedisiplinan, mitigasi bencana, kepedulian terhadap lingkungan, keselamatan, hingga perlindungan anak.

Miftakhul Huda menegaskan bahwa seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dengan mengedepankan prinsip ramah anak. Ia memastikan tidak ada praktik perundungan maupun senioritas selama kegiatan berlangsung.

“Kami menegaskan bahwa dalam pelaksanaan MPLS tidak boleh ada perundungan maupun senioritas. Seluruh kegiatan harus berlangsung dengan aman, nyaman, edukatif, dan menyenangkan bagi peserta didik baru,” tegasnya.

Dengan berakhirnya kegiatan MPLS, sebanyak 252 peserta didik baru SMAN 1 Buntok kini siap mengikuti proses pembelajaran pada Tahun Ajaran 2026/2027 dengan bekal pengenalan lingkungan sekolah, pendidikan karakter, serta semangat untuk berprestasi.( Edi Yanto)

You cannot copy content of this page