Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih, Tiga Desa di Dusun Selatan Terdampak Kekeringan
BARITO SELATAN || Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memberikan dampak serius di wilayah Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Sedikitnya tiga desa dilaporkan mengalami kekeringan yang mengakibatkan terganggunya akses transportasi sungai dan terbatasnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Camat Dusun Selatan, Achmad Mutahir, S.AP., M.M., mengatakan pemerintah kecamatan telah menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Barito Selatan tentang penetapan status siaga bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membentuk posko siaga di tingkat kecamatan hingga desa.
“Sesuai arahan Bupati, setiap desa diminta menyampaikan laporan kondisi wilayah setiap minggu kepada BPBD untuk diteruskan kepada Bupati. Berdasarkan hasil pemantauan selama sepekan, terdapat tiga desa yang telah terdampak kekeringan,” ujar Achmad Mutahir saat diwawancarai di Kantor Kecamatan Dusun Selatan.
Desa pertama yang terdampak adalah Desa Kalahien, tepatnya di Dusun Parigi. Sungai yang selama ini menjadi jalur transportasi utama menuju dusun tersebut telah mengering sehingga tidak lagi dapat dilalui kelotok, termasuk yang berukuran kecil. Akibatnya, masyarakat hanya dapat mengakses wilayah tersebut melalui jalur darat yang kondisinya cukup sulit dan hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua.
Selain terkendala transportasi, warga Dusun Parigi juga mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Meskipun terdapat sumur, keterbatasan pasokan listrik menyebabkan pompa air tidak dapat beroperasi secara maksimal.
Kondisi serupa terjadi di Dusun Bambalera, Desa Baru. Surutnya debit air sungai membuat jalur transportasi air menjadi sangat terbatas. Rumah-rumah lanting terdampak akibat permukaan air yang terus menurun, sementara aktivitas masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup sebagai nelayan dan pengelola perangkap ikan ikut terganggu.
Sementara itu, Desa Murung Paken juga menghadapi persoalan yang sama. Jalur sungai menuju desa tersebut mulai mengering sehingga distribusi kebutuhan pokok hanya dapat dilakukan melalui jalur darat melewati Ripung dan Masura menggunakan sepeda motor. Ketersediaan air bersih pun semakin terbatas karena masyarakat masih bergantung pada sumber air sungai yang debitnya terus menurun.
Meski demikian, hingga saat ini pemerintah kecamatan belum menerima laporan adanya dampak kesehatan akibat kekeringan. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat masih berkaitan dengan terbatasnya pasokan air bersih serta terganggunya akses transportasi.
Menghadapi situasi tersebut, Pemerintah Kecamatan Dusun Selatan terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan itu telah disampaikan melalui pemerintah desa dan kelurahan mengingat sebagian besar wilayah Dusun Selatan merupakan lahan gambut yang sangat rentan terbakar saat musim kemarau.
Pemerintah kecamatan bersama BPBD, pemerintah desa, dan instansi terkait akan terus melakukan pemantauan serta langkah-langkah antisipasi guna meminimalkan dampak kekeringan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Barito Selatan.( Edi Yanto)






