Disdagkop UKM Barsel Siapkan Pasar Subuh dan Pasar Malam, Bidik PAD Rp2,8 Miliar pada 2027

IMG-20260725-WA0002

BARITO SELATAN||Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) terus melakukan inovasi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu program yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan Pasar Subuh yang juga akan difungsikan sebagai Pasar Malam sebagai pusat perdagangan sekaligus ruang aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala Disdagkop UKM Barito Selatan, Harmito, S.Pd., M.M., mengatakan dinasnya ditargetkan meraih PAD sebesar Rp2,8 miliar pada tahun 2027. Untuk mencapai target tersebut, berbagai langkah strategis mulai disiapkan, termasuk pemanfaatan lahan eks Kantor Pajak yang berada di samping Kantor BRI.

“Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait pemanfaatan lahan tersebut. Hasilnya telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU), sehingga lokasi itu dapat dimanfaatkan sebagai Pasar Subuh,” ujar Harmito, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, keberadaan Pasar Subuh diharapkan menjadi salah satu sumber peningkatan PAD sekaligus memberikan ruang usaha baru bagi pedagang dan pelaku UMKM di Kabupaten Barito Selatan.

Selain menyiapkan pasar baru, Disdagkop UKM juga mulai menerapkan sistem pembayaran retribusi secara non-tunai di Pasar Beringin, Pasar Plaza, dan Pasar SAIK. Seluruh pembayaran dilakukan langsung ke rekening Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sebagai upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan retribusi.

Harmito menjelaskan, Pasar Subuh akan memiliki dua fungsi. Pada pukul 03.00 hingga 07.30 WIB kawasan tersebut digunakan sebagai pasar subuh, sedangkan pada pukul 16.00 hingga 22.00 WIB akan beroperasi sebagai pasar malam yang dilengkapi berbagai hiburan untuk masyarakat.

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung dan pedagang, pemerintah juga akan menyediakan berbagai fasilitas pendukung, seperti toilet, kamar mandi, tempat pembuangan sampah basah dan kering, serta area parkir yang tertata agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Tak hanya menjadi pusat perdagangan, kawasan pasar malam juga dirancang sebagai ruang pemberdayaan masyarakat. Pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga generasi muda yang memiliki bakat di bidang musik akan diberi kesempatan tampil mengisi hiburan, terutama pada malam akhir pekan.

Ia menambahkan, pembangunan Pasar Subuh akan menggunakan konsep bangunan semi permanen dengan lantai paving sehingga mudah ditata kembali apabila diperlukan pengembangan kawasan di masa mendatang.

Di sisi lain, Disdagkop UKM juga telah menyiapkan konsep revitalisasi Pasar Plaza pada tahun 2027. Pengembangan tersebut direncanakan menghadirkan fasilitas bioskop, arena biliar, serta pusat kuliner sebagai daya tarik baru untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Meski demikian, Harmito mengakui pelaksanaan pembangunan Pasar Subuh masih menyesuaikan kemampuan anggaran di tengah kebijakan efisiensi pemerintah. Saat ini proses telah memasuki tahap relokasi dan penimbunan lahan sebagai persiapan sebelum pembangunan fisik dimulai.

Ia berharap dukungan dari seluruh masyarakat, pelaku usaha, dan insan media agar program tersebut dapat terwujud serta menjadi ikon baru Kabupaten Barito Selatan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.( EDI YANTO)

You cannot copy content of this page