Solusi Komprehensif Pemkab Barsel: Air Bersih, Akses Jalan, dan Antisipasi Karhutla Jadi Fokus Utama

IMG-20261003-WA0021

BARITO SELATAN||Menghadapi dampak panjangnya musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) mengambil langkah tegas dengan menyiapkan penanganan menyeluruh, baik berupa tindakan cepat maupun program jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih yang melanda berbagai desa, khususnya di Kecamatan Gunung Bintang Awai. Penjabat Sekretaris Daerah, Dr. Ita Minarni, S.T., M.T., menyampaikan hal ini secara resmi saat ditemui di Sekretariat Daerah, menegaskan bahwa kesejahteraan dan keamanan warga adalah tanggung jawab mutlak pemerintah. Jumat, 02/10/2026.

Dalam penanganan jangka pendek, pemerintah memastikan pendistribusian air bersih menggunakan armada tangki tetap berjalan lancar ke wilayah-wilayah yang sumber air alaminya sudah kering. Kebijakan prioritas ini diambil agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. Pemerintah juga telah membuka jalur koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, lembaga terkait, serta PDAM. Terkait pelayanan ini, Ita memberikan arahan tegas demi kemudahan masyarakat, “Kami berupaya memastikan pelayanan berjalan baik, bahkan kami dorong agar pengisian air bak bagi warga dapat digratiskan sebagai bentuk bantuan nyata pemerintah di masa sulit ini.” Semua langkah ini dilakukan agar tidak ada hambatan bagi warga dalam mendapatkan akses air bersih.

Melihat masalah ini berulang setiap tahun, Pemkab Barsel tidak hanya berhenti pada distribusi darurat, tetapi telah menyusun rencana pembangunan infrastruktur sumber air permanen berupa sumur bor lengkap dengan menara penampungan. Dari 20 desa yang teridentifikasi mengalami kekeringan parah, tahap awal pembangunan akan diprioritaskan pada lokasi yang paling mendesak kebutuhannya. “Kita tidak mau mengebor asal jadi, kita gunakan teknologi pendeteksi bawah tanah untuk menemukan sumber air yang kapasitasnya besar. Nantinya ada penampungan dan keran, sehingga masyarakat dari desa tersebut bisa langsung mengambil air,” jelas Ita mengenai standar kualitas pembangunan yang diterapkan. Solusi ini dirancang agar lebih berkelanjutan dan menjamin ketersediaan air sepanjang tahun.

Selain air bersih, dampak kemarau berupa penurunan debit sungai juga mengancam akses transportasi warga. Untuk mengatasinya, pemerintah merencanakan pengerukan pendalaman aliran Sungai Hantasan Alumudin sepanjang sekitar 2,2 kilometer. Proyek strategis ini awalnya mempertimbangkan kerja sama dengan pihak swasta, namun demi efektivitas dan penyelarasan kebijakan, penanganan ini akhirnya dikoordinasikan langsung dan akan dilaksanakan oleh tim teknis Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Langkah ini diambil agar sungai tetap berfungsi sebagai jalur transportasi dan sumber pengairan meski dalam kondisi kemarau.

Hasil pemantauan lapangan bersama unsur TNI juga menemukan fakta penting mengenai kondisi akses jalan yang kurang memadai. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat selama ini jalur sungai menjadi tumpuan utama. Pemkab Barsel kini bertekad membuka dan meningkatkan kualitas akses jalan alternatif, sehingga distribusi bantuan dan mobilitas warga tidak lagi terisolir saat sungai menyusut. Tidak berhenti di situ, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menjadi fokus utama. Pemerintah telah menyiapkan enam titik kolam penampungan air di lokasi rawan, guna mengatasi kendala keterbatasan sumber air bagi petugas pemadam yang selama ini menjadi masalah utama saat kebakaran terjadi.

Dr. Ita Minarni menegaskan kembali bahwa seluruh kebijakan yang disusun merupakan hasil kajian mendalam dan rapat koordinasi yang digelar pada tanggal 2 Oktober 2026. Penanganan kemarau dilakukan secara terpadu, mulai dari pemenuhan air bersih, distribusi bantuan, pembangunan sumur bor permanen, hingga kesiapsiagaan bencana karhutla. “Pemerintah akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Jumlah titik air permanen dan bentuk penanganan lainnya akan kami sesuaikan dan tambah jika diperlukan, demi kepentingan dan kenyamanan masyarakat Barito Selatan,” pungkasnya dengan penuh tanggung jawab.
(Edi Yanto)