Bupati Barsel Hadiri Rakor Karhutla di Pulang Pisau, Perkuat Koordinasi Penanganan Kebakaran

file_00000000ecf8820796f200b8718c435b

BARITO SELATAN || Upaya memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah menjadi perhatian serius pemerintah daerah bersama instansi terkait. Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi penanggulangan karhutla yang berlangsung di Aula Banama Tingang, Kantor Bupati Pulang Pisau, Senin (19/10/2026).

Bupati Barito Selatan, Dr. H. Eddy Raya Samsuri, S.T., M.M., turut menghadiri kegiatan tersebut bersama Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, serta Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i, S.Ag., dan sejumlah unsur terkait lainnya.

Rapat koordinasi ini membahas berbagai tantangan dalam penanggulangan karhutla, khususnya di kawasan hutan dan lahan gambut yang sulit dijangkau. Kondisi geografis tersebut membutuhkan strategi penanganan yang tepat, dukungan peralatan memadai, serta kerja sama lintas sektor.

Sinergi antara pemerintah daerah, BNPB, TNI-Polri, Manggala Agni, dan instansi terkait menjadi salah satu kunci dalam memperkuat upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran. Koordinasi juga diperlukan untuk mempercepat respons ketika ditemukan titik api agar kebakaran tidak meluas.

Selain pemadaman, perhatian juga diberikan terhadap dampak asap bagi kesehatan masyarakat. Sejumlah langkah yang menjadi perhatian meliputi penyediaan rumah oksigen, pembagian masker, serta bantuan air bersih dan bahan pangan bagi warga terdampak.

Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, termasuk di kawasan konsesi, juga menjadi bagian dari upaya pencegahan. Langkah ini diharapkan dapat menekan kejadian karhutla sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan dan menyelaraskan langkah penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Upaya terpadu ini penting untuk melindungi masyarakat, menjaga lingkungan, serta mendukung pemulihan kualitas udara.( Edi Yanto)