Karhutla Meningkat, Sekda Ita Minarni: Seluruh Bukti Video dan Foto Sudah Dikirim ke Ke Mendagri

IMG-20261024-WA0096

Barito Selatan // Persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kian hari kian meningkat intensitasnya menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Barito Selatan. Kondisi kabut asap yang semakin tebal dan meluas ini dinilai sangat mengkhawatirkan karena dampak buruknya sudah mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun terganggunya berbagai aktivitas sehari-hari warga di berbagai wilayah. Selasa, 13/10/2026.

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Selatan, Dr. Ita Minarni, S.T., M.T., menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi situasi darurat ini. Segala bentuk dokumentasi yang diperoleh langsung dari lokasi kejadian, mulai dari rekaman video, foto kondisi lapangan, hingga data rincian titik api dan kejadian Karhutla, semuanya telah dihimpun dengan lengkap dan disampaikan secara resmi kepada pemerintah pusat sebagai bahan laporan dan permohonan dukungan.

“Semua video dan semua kejadian di lapangan sudah kita antarkan ke Pak Sekjen Kemendagri, agar daerah kita Kalimantan Tengah terkhusus Barito Selatan diperhatikan pemerintah pusat dalam penanganan Karhutla ini,” tegas Sekda Barsel, Dr. Ita Minarni saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kondisi nyata yang terjadi di daerah benar-benar diketahui oleh pihak pusat secara jelas dan lengkap.

Menurut penjelasannya, peningkatan jumlah titik api serta penyebaran kabut asap yang semakin luas dan pekat ini sudah melebihi kemampuan penanganan mandiri pemerintah daerah. Diperlukan dukungan nyata, perhatian khusus, serta intervensi langsung dari pemerintah pusat agar upaya pemadaman dan pengendalian bisa berjalan lebih maksimal, terarah, dan bersifat komprehensif mencakup seluruh aspek penanganan.

Ia menjabarkan bahwa tantangan terberat berasal dari kondisi lahan gambut yang sangat luas dan mendominasi wilayah, ditambah lagi dengan cuaca ekstrem yang kering dan berangin. Meski BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni dan para relawan sudah bekerja keras siang malam, namun keterbatasan peralatan canggih serta jumlah personel yang ada membuat hasil pemadaman belum optimal. “Kami berharap pemerintah pusat bisa segera turun langsung bersama Pemda untuk segera menangani Karhutla ini. Karena kalau dibiarkan, asap akan semakin tebal dan masyarakat yang akan menjadi korban,” tambahnya.

Pemkab Barsel, lanjut Ita, tetap berkomitmen tinggi untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah serta kementerian-kementerian terkait. Di samping pemadaman, upaya pencegahan lewat sosialisasi ke masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar juga terus digencarkan. Ia pun mengimbau seluruh warga untuk bersama menjaga lingkungan, tidak membakar sembarangan, dan segera melapor jika melihat titik api demi Barsel bebas asap.
(Edi Yanto)