Atasi Dampak Kemarau dan Karhutla, Pemkab Barito Selatan Salurkan Bantuan ke Desa Reong
Barito Selatan // Guna mengantisipasi dampak buruk kemarau panjang, kabut asap akibat kebakaran hutan, serta krisis ketersediaan air bersih, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menyalurkan bantuan paket sembako, bantuan pangan untuk anak berisiko stunting, dan cadangan pangan daerah ke Desa Reong, Kecamatan Dusun Utara. Penyerahan bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Dr. H. Eddy Raya Samsuri, S.T., M.M., didampingi Wakil Bupati Khristianto Yudha, S.T., M.T., Pj. Sekretaris Daerah Dr. Ita Minarni, S.T., M.T., serta Plt. Kepala BPKAD H. Ali Sadikin, SE, MM. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Senin, 05/10/2026.
Suasana penuh harapan menyelimuti lokasi kegiatan sejak pagi hari, di mana warga Desa Reong sudah berkumpul untuk menyambut kedatangan rombongan pemerintah daerah. Masyarakat merasakan kehadiran para pemimpin daerah sebagai angin segar di tengah kesulitan yang mereka hadapi, mulai dari lahan pertanian yang kering, udara yang kurang sehat akibat asap, hingga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Penerimaan yang hangat ini menunjukkan kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat.
Bupati Barito Selatan dalam keterangannya menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan prioritas utama pemerintah agar tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan akses pangan yang layak, serta menjaga kualitas gizi anak-anak agar terhindar dari risiko stunting. “Tantangan alam yang kita hadapi saat ini memang berat, namun dengan kebersamaan dan gotong royong, saya yakin segala kesulitan ini bisa kita lalui bersama. Bantuan ini adalah wujud nyata dukungan pemerintah bagi warga agar tetap tabah dan kuat,” tegas Dr. H. Eddy Raya Samsuri.
Plt. Kepala BPKAD, H. Ali Sadikin, SE, MM, menjelaskan bahwa seluruh proses penyaluran bantuan telah dipersiapkan dengan matang dan diawasi ketat agar tepat sasaran dan sampai ke tangan warga yang benar-benar membutuhkan. Penyaluran cadangan pangan daerah ini juga menjadi strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas ketersediaan pangan di wilayah desa-desa rawan, sehingga ketahanan pangan daerah tetap terjaga meski kondisi alam sedang tidak bersahabat.
Masyarakat Desa Reong sangat mengapresiasi langkah cepat yang diambil pemerintah kabupaten. Harapan besar dilontarkan warga agar musibah dan kesulitan akibat kemarau, asap karhutla, serta krisis air bersih ini bisa secepatnya diatasi dan berlalu, membawa kembali suasana aman dan sejahtera di Desa Reong, seluruh Kalimantan Tengah, serta wilayah Indonesia lainnya yang juga terdampak bencana serupa. (Edi Yanto)
