Asap Karhutla Makin Pekat, 900 Masker N95 Disalurkan untuk Tim Lapangan Barsel

IMG-20260915-WA0010

BARITO SELATAN||Perlindungan bagi personel yang berada di garis depan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) diperkuat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Barsel bersama RSUD Jaraga Sasameh Buntok menyalurkan sebanyak 900 masker N95 kepada personel BPBD dan tim yang terlibat langsung dalam penanganan karhutla.

Bantuan tersebut diserahkan sebagai tindak lanjut rapat koordinasi evaluasi sekaligus perpanjangan status Tanggap Darurat Karhutla dan kekeringan tahap II. Langkah ini juga sejalan dengan instruksi Bupati Barsel agar penanganan karhutla dilakukan secara cepat, tanggap, dan responsif.

Plt Kepala Dinkes Barsel, dr. Dadang Baskoro Nugroho, mengatakan 900 masker N95 yang disalurkan merupakan gabungan bantuan dari Dinkes sebanyak 750 masker dan RSUD Jaraga Sasameh Buntok sebanyak 150 masker.

“Ini tahap awal. Bantuan masker N95 ini untuk memastikan garda terdepan yang bertugas di lapangan mendapatkan perlindungan dari paparan asap,” kata Dadang saat penyerahan bantuan, Senin (14/9/2026).

Ia menjelaskan, kebutuhan masker N95 menjadi perhatian setelah adanya keluhan dari personel di lapangan yang belum memperoleh perlengkapan perlindungan pernapasan secara maksimal.

Dadang, yang juga menjabat Direktur RSUD Jaraga Sasameh Buntok, menambahkan bahwa pihaknya menyiapkan sekitar 150 ribu masker, baik masker bedah maupun N95, untuk masyarakat Barsel.

Penyaluran kepada masyarakat akan dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada rekomendasi DPRD Barsel. Sasaran distribusi tidak hanya masyarakat di wilayah perkotaan, tetapi juga warga hingga wilayah pelosok.

“Pembagian masker kepada masyarakat akan kita intensifkan, sehingga masyarakat hingga ke pelosok Barsel bisa mendapatkan perlindungan,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala BPBD Barsel, Agus In’ Yulius, mengapresiasi dukungan Dinkes dan RSUD Jaraga Sasameh Buntok. Menurutnya, masker N95 sangat dibutuhkan mengingat kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Barsel dalam beberapa hari terakhir memburuk akibat paparan asap karhutla.

“ISPU kita beberapa hari ini mencapai 700 sampai 800, sehingga sangat berbahaya. Jangankan saat memadamkan api, ketika berada di luar ruangan seperti ini pun kita sudah menghirup udara yang tidak sehat,” kata Agus.

Ia menegaskan, perlindungan terhadap personel menjadi bagian penting dalam operasi penanganan karhutla. Sebab, petugas harus bekerja dalam kondisi lingkungan yang penuh asap dan berisiko terhadap kesehatan pernapasan.

“Dengan adanya bantuan masker N95 ini, kami sangat terbantu,” pungkasnya.(Edi Yanto)