DKPP Barsel Salurkan 5,6 Ton Beras kepada 1.125 Penerima Manfaat
BARITO SELATAN ||Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), telah menyalurkan sekitar 5,6 ton beras dari cadangan pangan pemerintah daerah kepada 1.125 penerima manfaat hingga 29 September 2026.
Program tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, terutama warga yang membutuhkan dukungan ekonomi.
Kepala DKPP Barsel, Ida Safitri, S.P., M.M., melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Raden Nino, mengatakan bahwa penyaluran cadangan pangan tetap dilaksanakan meskipun pemerintah daerah sedang melakukan efisiensi anggaran.
Menurutnya, pemerintah daerah berupaya memastikan bantuan pangan tetap menjangkau masyarakat yang membutuhkan sebagai bagian dari tanggung jawab pelayanan publik.
“Pada 2026 ini, pemerintah menganggarkan cadangan pangan pemerintah daerah sekitar 20 ton atau 20.000 kilogram beras. Beras yang disalurkan merupakan beras premium dengan kemasan lima kilogram,” kata Raden Nino, Rabu (30/9/2026).
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan berdasarkan kerja sama dan ketentuan yang telah disepakati antara pemerintah daerah dan Perum Bulog.
Program penyaluran mulai dilaksanakan pada 24 Agustus 2026 dengan sasaran sekitar 18 desa dan dusun di wilayah Kabupaten Barito Selatan.
“Penyaluran terakhir dilakukan di Desa Lehai dan Desa Mangkatir,” jelasnya.
Di Desa Lehai, bantuan beras diberikan kepada 36 kepala keluarga dengan total 180 kilogram. Sementara itu, di Desa Mangkatir, bantuan disalurkan kepada sekitar 80 kepala keluarga dengan total 400 kilogram beras.
Raden Nino menyebutkan, hingga 29 September 2026, total beras yang telah disalurkan mencapai sekitar 5.625 kilogram atau 5,6 ton, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 1.125 orang.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan geografis, terutama dalam menjangkau wilayah yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat maupun sungai.
Ia mencontohkan wilayah Marau Lama dan Sungai Jaya yang memerlukan perhatian khusus karena jarak tempuh yang cukup jauh serta kendala akses sungai.
“Khusus Marau Lama dan Sungai Jaya memang jaraknya cukup jauh. Kemudian, akses sungai juga mengalami kendala,” ujarnya.
Menurutnya, keterbatasan akses tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan agar penyaluran bantuan pangan dapat berjalan efektif dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Sebagai upaya mengatasi kendala tersebut, pemerintah daerah juga tengah merencanakan langkah penanganan pada jalur yang mengalami pendangkalan, termasuk rencana pengerukan.
Raden Nino berharap alokasi anggaran cadangan pangan pemerintah daerah pada 2027 dapat ditingkatkan sehingga jumlah penerima manfaat dan cakupan wilayah penyaluran dapat diperluas.
“Harapannya, ke depan pemerintah daerah dapat menganggarkan cadangan pangan lebih besar lagi. Kondisi masyarakat saat ini juga cukup sulit, sehingga pemerintah harus tetap hadir membantu, khususnya masyarakat ekonomi bawah,” pungkasnya.( Edi Yanto )
