Kepala Desa Janggi dan Warga Sambut Hangat Mahasiswa IAIN Palangkaraya Kelompok 5 yang Akan Laksanakan KKN Selama 45 Hari
Tribunkalimantan.com||Barito Selatan – Kepala Desa Janggi “Fatli”dan warga setempat menyambut dengan hangat kedatangan mahasiswa IAIN Palangkaraya Kelompok 5 yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 45 hari. Acara penyambutan yang meriah ini berlangsung di balai desa, dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, dan para mahasiswa.Pada Rabu,(17/07/2024).
Dalam sambutannya, Kepala Desa Janggi”Fatli” mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada para mahasiswa, berharap kehadiran mereka akan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan desa. “Kami sangat berterima kasih dan merasa terhormat dengan kehadiran mahasiswa IAIN Palangkaraya di Desa Janggi,Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan. Kami berharap selama 45 hari ke depan, para mahasiswa dapat memberikan ide-ide segar dan bantuan yang bermanfaat bagi kemajuan desa kami,” ujar Kepala Desa”Fatli”.
Para mahasiswa Kelompok 5 ini akan menjalankan berbagai program, termasuk pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi lokal, serta program pendidikan dan kesehatan. Program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga Desa Janggi.
Salah satu mahasiswa, mewakili Kelompok 5, Muhammad Fauzan menyatakan kesiapan mereka untuk bekerja sama dengan warga desa dan berjanji akan memberikan yang terbaik selama KKN. “Kami siap bekerja keras dan berkolaborasi dengan warga Desa Janggi untuk mencapai tujuan bersama. Semoga kehadiran kami bisa membawa perubahan positif,” katanya.
Selama kegiatan KKN, para mahasiswa akan tinggal bersama warga desa, memungkinkan mereka untuk lebih memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. Program ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara institusi pendidikan dan masyarakat desa.
Kehadiran mahasiswa IAIN Palangkaraya di Desa Janggi ini membawa harapan baru bagi warga desa, yang optimis bahwa berbagai program yang akan dijalankan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan.
Acara penyambutan diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah antara mahasiswa dan warga desa, menandai dimulainya perjalanan 45 hari yang penuh makna dan kolaborasi.(Edi Yanto)






