MASYARAKAT PEDULI API DESA MALITIN LAKUKAN SIMULASI ANTISIPASI MUSIM KEMARAU

2f5208ab-b7bd-47aa-a95a-2e7e5fb482d4

Tibunkalimantan.com||Barito Selatan-Menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sering terjadi di musim kemarau, masyarakat Desa Malitin, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, menggelar kegiatan simulasi pengendalian kebakaran secara mandiri, Sabtu (27/07/2025). Kegiatan ini diprakarsai oleh Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan lingkungan dan wilayah desa.

Simulasi dilakukan langsung di kawasan rawan terbakar yang berada di sekitar lahan perkebunan masyarakat. Dengan menggunakan alat-alat sederhana seperti gepyok dan tangki semprot, para anggota MPA melatih diri dalam upaya pemadaman dini terhadap titik api kecil yang berpotensi membesar.

Kepala Desa Malitin, Dani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif masyarakat yang telah peduli dan berinisiatif tanpa menunggu instruksi dari luar. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa warga Desa Malitin sadar akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Ini adalah langkah nyata yang harus kita dukung bersama,” ujarnya.

Kegiatan tersebut tidak melibatkan pendampingan dari instansi luar, seluruh rangkaian simulasi dilakukan atas dasar gotong royong dan solidaritas warga. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Desa Malitin telah memiliki semangat mandiri dalam menjaga keamanan dan lingkungan desanya.

Selain praktik pemadaman, simulasi juga dilengkapi dengan edukasi kepada warga lainnya mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar. Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya mencegah sebelum terjadi, karena mencegah jauh lebih ringan dibanding memadamkan kebakaran besar.

Warga yang hadir turut menyampaikan komitmennya untuk menjaga hutan dan lahan sekitar dari ancaman kebakaran. Mereka menyatakan siap melaporkan setiap potensi titik api dan saling mengingatkan agar tidak melakukan pembakaran terbuka, baik untuk lahan pertanian maupun limbah rumah tangga.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh antusias. Anak-anak muda juga dilibatkan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian lingkungan. Hal ini diharapkan dapat menjadi bekal berkelanjutan bagi masyarakat dalam menjaga desa dari bencana karhutla.

Desa Malitin sendiri merupakan salah satu desa yang memiliki kawasan hutan dan lahan perkebunan yang cukup luas. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kebakaran yang dapat berdampak luas, baik secara ekonomi maupun kesehatan.

Kepala Desa Dani berharap kegiatan serupa bisa dijadikan agenda rutin, minimal satu kali dalam setahun, terutama menjelang puncak musim kemarau. “Kita ingin Desa Malitin menjadi desa tangguh bencana. Bukan hanya karena bantuan luar, tapi karena kesadaran dan kekuatan dari masyarakat itu sendiri,” tutupnya.(Edi Yanto)

You cannot copy content of this page