Operasi Katarak Gratis di Barsel Sasar 51 Mata

c96ef5e2-745b-48cc-82ed-d8732b4fbb95

BARITO SELATAN || Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Dinas Kesehatan berkolaborasi dengan PT Adaro Indonesia, PT Saptaindra Sejati (SIS), PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), dan Yayasan Amanah Bangun Negeri menggelar operasi katarak gratis bagi masyarakat.

Kegiatan bertema “Satu Cahaya, Berjuta Cerita” tersebut dilaksanakan di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Barito Selatan, Rabu (7/10/2026).

Operasi katarak gratis ini menyasar masyarakat Barito Selatan yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Barito Selatan.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Barito Selatan, Dr. Khristianto Yudha, ST., MT.

Usai kegiatan, Kepala Dinas Kesehatan Barito Selatan, Dadang Baskoro Nugroho, mengatakan operasi katarak gratis tersebut merupakan bentuk kolaborasi pemerintah daerah bersama sejumlah perusahaan dalam membantu masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.

“Yang dilakukan sekarang ini khusus untuk buta akibat katarak. Kalau kebutaan karena sebab lain, tentunya tidak bisa dilakukan melalui kegiatan ini,” ujar Dadang.

Menurutnya, katarak umumnya berkaitan dengan faktor usia dan dapat ditangani melalui tindakan operasi. Karena itu, kegiatan tersebut dinilai penting untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.

Dadang juga menyampaikan apresiasi kepada perusahaan yang telah berkolaborasi dalam membantu masyarakat Barito Selatan melalui program tersebut.

“Ini salah satu bentuk kepedulian dari beberapa perusahaan yang disebutkan tadi. Kami mengucapkan terima kasih karena sudah membantu masyarakat. Ini merupakan kebutuhan yang memang sangat diperlukan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 51 mata ditargetkan mendapatkan penanganan operasi katarak.

Dadang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya dengan jumlah penerima manfaat yang lebih banyak, menyesuaikan dukungan program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSL/CSR).

Sementara itu, CSR Section Head Adaro Indonesia, Aan Nurhadi, mengatakan pihaknya turut melibatkan tenaga medis lokal dalam kegiatan tersebut di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan.

“Dan mudah-mudahan hari ini 51 mata tercapai. Biasanya dokter memberikan bonus, mudah-mudahan nanti bisa dilebihkan dari tim medis,” ujarnya.

Untuk mempercepat pelayanan, pihaknya menghadirkan tiga dokter spesialis mata. Salah satunya merupakan dokter spesialis mata dari Kalimantan Tengah.

“Kita hadirkan tiga dokter spesialis mata. Salah satunya dari dokter Kalteng juga supaya lebih cepat, jadi pasien tidak lama menunggu dan bisa selesai lebih cepat,” jelasnya.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan tenaga medis tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mata, khususnya bagi warga Barito Selatan yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.
(EDI YANTO)