Rutan Buntok Dorong Pembinaan Humanis Lewat Ketahanan Pangan dan Rehabilitasi Medis
Barito Selatan – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Buntok, Febryanto, A.Md.P., S.H., M.H., menegaskan komitmennya untuk melanjutkan sejumlah program pembinaan yang telah berjalan, khususnya di bidang ketahanan pangan dan rehabilitasi medis bagi warga binaan.
Ia menyampaikan, program tersebut sejalan dengan kebijakan nasional pemasyarakatan di seluruh Indonesia, serta merupakan bentuk dukungan terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto dan pelaksanaan 13 Program Akselerasi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
“Untuk Rutan Buntok, program ketahanan pangan telah berjalan dan akan terus kami kembangkan. Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan antara lain menanam kangkung, cabai, serta berbagai jenis sayuran. Ke depan, kami akan mencoba menanam pakcoy dengan memanfaatkan lahan di belakang yang telah diolah di atas kolam menggunakan media tanah,” ujar Febryanto, Selasa (21/10/2025).
Selain kegiatan bercocok tanam, Rutan Buntok juga mengembangkan budidaya ikan di kolam yang telah ditebar benih dan dipantau secara berkala. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan warga binaan, sekaligus menciptakan kemandirian pangan di lingkungan rutan.
Lebih lanjut, Febryanto menjelaskan bahwa pihaknya juga akan melanjutkan program rehabilitasi medis (rehab medis) bagi warga binaan, yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan November 2025. Program ini merupakan hasil asesmen dari pejabat sebelumnya dan akan segera direalisasikan.
“Program rehabilitasi medis ini kami laksanakan bekerja sama dengan tenaga medis dari RSUD Barito Selatan dan Dinas Kesehatan. Kegiatan ini menjadi salah satu fokus utama kami di akhir tahun 2025,” jelasnya.
Ia berharap, melalui program rehabilitasi medis, para warga binaan dapat memperoleh manfaat secara fisik maupun psikologis, sehingga siap kembali ke masyarakat setelah masa pembinaan selesai.
“Harapan kami, warga binaan benar-benar berubah setelah menjalani program ini. Mereka dapat diterima kembali oleh keluarga dan lingkungan masyarakat, serta tidak mengulangi kesalahan yang sama, terutama terkait penyalahgunaan narkoba,” tuturnya.
Program rehabilitasi medis ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan di Rutan Kelas IIB Buntok dan diharapkan dapat menjadi model pembinaan berkelanjutan bagi lembaga pemasyarakatan lainnya di masa mendatang.( EDI YANTO)






