PUPR Barsel Siapkan Embung di Tiga Lokasi untuk Dukung Penanganan Karhutla
BARITO SELATAN|| Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, merencanakan pembangunan embung di tiga lokasi, yakni Kalahien, Pararapak, dan Madara. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengatasi kekeringan sekaligus mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanganan Kekeringan dan Karhutla yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Selatan, Senin (28/9/2026). Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Dinas PUPR Barsel, Hawinu, S.T., M.Eng.
Rapat koordinasi membahas tiga agenda utama, yaitu kondisi kekeringan di sejumlah desa di Kecamatan Dusun Hilir, evaluasi penanganan karhutla, serta perkembangan rencana pembangunan embung di Kalahien, Pararapak, dan Madara.
Hawinu mengatakan, Dinas PUPR Barsel telah melakukan penyaluran air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Selain itu, pihaknya juga melakukan pengecekan lokasi yang berpotensi dijadikan kolam penampungan air untuk mendukung penanggulangan karhutla.
“Setelah itu, kami juga telah melakukan pengecekan lokasi untuk kolam penampungan sementara air guna penanggulangan karhutla,” ujar Hawinu.
Ia menjelaskan, terdapat enam titik penampungan air yang disiapkan di Kecamatan Dusun Selatan, khususnya di wilayah Kalahien dan Pararapak, termasuk kawasan Letter S yang sebelumnya mengalami sejumlah kejadian kebakaran.
Menurutnya, upaya penyaluran air bersih juga terus dilakukan melalui koordinasi dan kerja sama dengan pihak terkait, terutama di wilayah yang rawan mengalami kekurangan air.
Selain di Kecamatan Dusun Selatan, PUPR Barsel menerima laporan mengenai dampak kekeringan di Kecamatan Dusun Hilir, khususnya di wilayah Hantasan dan Alimudin. Berdasarkan laporan tersebut, terdapat tiga desa yang mengalami kesulitan air akibat pendangkalan sumber air sehingga distribusi air kepada masyarakat tidak berjalan maksimal.
Hawinu berharap, rencana pembangunan embung di tiga lokasi tersebut dapat segera direalisasikan sebagai solusi jangka panjang dalam menghadapi musim kemarau.
Embung merupakan bangunan berupa cekungan atau kolam buatan yang berfungsi menampung dan menyimpan air, terutama air hujan dan limpasan permukaan, untuk dimanfaatkan saat persediaan air berkurang.
“Melalui rapat koordinasi ini, Dinas PUPR Barsel berharap rencana pembangunan embung di tiga lokasi dapat segera direalisasikan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kekeringan sekaligus mendukung upaya pencegahan karhutla di Kabupaten Barito Selatan,” tutup Hawinu.( Edi Yanto )
