BPBD Barito Selatan Perkuat Kapasitas Masyarakat Hadapi Banjir dan Kecelakaan Air di Desa Penda Asam

IMG-20251031-WA0026

Barito Selatan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan menggelar sosialisasi penguatan kapasitas kawasan dalam rangka pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir serta kecelakaan air bagi masyarakat di wilayah pesisir Sungai Barito. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Penda Asam, Kamis (30/10/2025).

Kepala BPBD Barito Selatan, Agus In’yulius, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di daerah rawan.

“Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. Kami juga menyusun standar operasional prosedur (SOP) lintas instansi agar penanganan bencana memiliki acuan yang sama di setiap sektor,” ujar Agus.

Ia menegaskan bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh BPBD saja. Menurutnya, kolaborasi antarinstansi dan partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan untuk meminimalkan risiko bencana.

“Kami ingin masyarakat tangguh dalam menghadapi bencana. Tidak hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga sebelum dan sesudahnya. Masyarakat harus memahami tiga fase tersebut agar lebih siap dan percaya diri,” jelasnya.

Agus menambahkan, Desa Penda Asam dipilih sebagai lokasi kegiatan karena wilayah tersebut sering terdampak banjir, longsor, dan erosi akibat letaknya yang berada di sepanjang aliran Sungai Barito.

“Wilayah ini termasuk daerah rawan, terutama saat musim hujan. Dengan komunikasi yang baik bersama masyarakat, informasi dapat diterima lebih cepat sehingga respons bencana menjadi lebih efektif,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Barito Selatan, Aloisius Sado, menekankan pentingnya upaya mitigasi yang dimulai dari tingkat masyarakat.

“Sosialisasi ini penting untuk mengurangi dampak risiko bencana. Masyarakat harus mampu mengenali potensi bahaya, memahami risiko, dan mengetahui cara melakukan evakuasi yang benar,” ungkapnya.

Aloisius juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari BMKG, curah hujan di Kalimantan Tengah, termasuk Barito Selatan, diperkirakan akan meningkat, sehingga masyarakat diminta untuk lebih waspada.“Barito Selatan termasuk kategori daerah dengan risiko tinggi terhadap banjir menurut Indeks Risiko Bencana Nasional. Ke depan, sosialisasi serupa akan diperluas ke desa-desa lain yang juga rawan bencana,” tegasnya.( Edi Yanto )


 

You cannot copy content of this page