Kepala SMKN 1 Buntok Tegaskan Tidak Ada Pungutan Biaya Magang dan Penahanan Ijazah

IMG-20251031-WA0001

Barito Selatan – Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Buntok, Sumarni, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan penahanan ijazah maupun memungut biaya dalam pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (Prakerin) atau magang. Pernyataan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait dugaan adanya pungutan dan penahanan dokumen kelulusan siswa.

“Perlu diketahui, selama hampir empat tahun terakhir, dalam kegiatan praktik kerja lapangan atau magang, kami tidak memungut biaya sepeser pun,” tegas Sumarni, Rabu (29/10/2025).

Menurutnya, seluruh kebijakan yang berkaitan dengan biaya sekolah, seperti iuran BPP atau iuran komite, telah melalui proses musyawarah bersama antara pihak sekolah, komite, dan orang tua siswa.
“Kalaupun ada iuran BPP sebesar Rp60.000, hal itu sudah disepakati dalam rapat bersama. Kecuali jika ada orang tua yang tidak hadir saat rapat tersebut,” jelasnya.

Terkait isu penahanan ijazah, Sumarni menegaskan bahwa sekolah tidak pernah menahan ijazah siswa tanpa alasan yang sah.
“Tidak ada penahanan ijazah. Biasanya, siswa sendiri yang belum mengambil ijazahnya atau masih memiliki kewajiban administrasi seperti BPP yang belum diselesaikan. Namun itu bukan berarti membayar ijazah, melainkan bagian dari administrasi rutin sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, bagi siswa atau orang tua yang mengalami kendala dalam pelunasan kewajiban, sekolah selalu terbuka untuk berdialog dan mencari solusi terbaik.
“Kalau memang belum mampu, silakan datang dan berkoordinasi dengan kami. Pasti akan ada solusi yang bisa kita temukan bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sumarni mengimbau agar para orang tua tidak segan berkomunikasi langsung dengan pihak sekolah apabila terdapat informasi yang belum jelas.
“Kami sudah berkoordinasi dengan komite sekolah, namun kami memahami bahwa setiap orang tua memiliki pemahaman yang berbeda-beda. Jadi, apabila ada hal yang kurang jelas, silakan datang ke sekolah. Kami siap memberikan penjelasan dan mencari jalan keluarnya,” pungkasnya.

Dengan penegasan ini, pihak SMKN 1 Buntok berharap tidak ada lagi kesalahpahaman terkait pelaksanaan program sekolah maupun administrasi siswa. Ia juga berharap tercipta komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan para orang tua siswa demi kemajuan pendidikan bersama.( Edi Yanto)


 

You cannot copy content of this page